Selasa, 05 Maret 2013

Matematika: Fungsi Limit

A. Sifat-Sifat Limit



B. Rumus-Rumus Besar Limit



C. Rumus Fungsi Limit Trigonometri

Senin, 04 Maret 2013

Kimia: Teori Asam Basa

Kelebihan dan Kekurangan Teori Asam Basa Bronsted Lowry- Reaksi antara gas dari asam klorida dan amonia yang bersifat basa menghasilkan NH4Cl yang berupa kabut putih. Gas tersebut berasal dari larutan HCl dan NH3 pekat.
HCl(g) + NH3(g) → NH4Cl(s)
Gas HCl dan gas NH3 dapat langsung bereaksi membentuk NH4Cl. Teori asam-basa Arrhenius belum bisa menjelaskan semua fenomena reaksi kimia. Oleh karena itu perlu ada teori asam-basa yang baru yang lebih mampu menjelaskan fenomena reaksi kimia.
Reaksi asam-basa ini dapat dijelaskan dengan teori asam basa Bronsted-Lowry. Bagaimana pengertian asam basa menurut Bronsted-Lowry?
1. Pengertian Asam-Basa Menurut Bronsted-Lowry
Johannes Bronsted dan Thomas Lowry pada tahun 1923, menggunakan asumsi sederhana yaitu: Asam memberikan ion H+ pada ion atau molekul lainnya, yang bertindak sebagai basa. Contoh, disosiasi air, melibatkan pemindahan ion H+ dari molekul air yang satu dengan molekul air yang lainnya untuk membentuk ion H3O+ dan OH.
2H2O(l) ⇄ H3O+(aq) + OH–(aq)
Reaksi antara HCl dan air menjadi dasar untuk memahami definisi asam dan basa menurut Brønsted-Lowry. Menurut teori ini, ketika sebuah ion H+ ditransfer dari HCl ke molekul air, HCl tidak berdisosiasi dalam air membentuk ion H+ dan Cl-. Tetapi, ion H+ ditransfer dari HCl ke molekul air untuk membentuk ion H3O+, seperti berikut ini.
HCl(g) + 2H2O(l) ⇄ H3O+(aq) + Cl(aq)
Sebagai sebuah proton, ion H+ memiliki ukuran yang lebih kecil dari atom yang terkecil, sehingga tertarik ke arah yang memiliki muatan negatif yang ada dalam larutan. Maka, H+ yang terbentuk dalam larutan encer, terikat pada molekul air. Model Brønsted, yang menyebutkan bahwa ion H+ ditransfer dari satu ion atau molekul ke yang lainnya, ini lebih masuk akal daripada teori Arrhenius yang menganggap bahwa ion H+ ada dalam larutan encer. Dari pandangan model Brønsted, reaksi antara asam dan basa selalu melibatkan pemindahan ion H+ dari donor proton ke akseptor proton. Asam bisa merupakan molekul yang netral.
HCl(g) + NH3(aq) ⇄ NH4 +(aq) + Cl‑(aq)
Bisa ion positif
NH4+(aq) + OH–(aq) ⇄ NH3(aq) + H2O(l)
Atau ion negatif
H2PO4–(aq) + H2O(l) ⇄ HPO42–(aq) + H3O+(aq)
Pada reaksi antara HCl dan NH3 terjadi perpindahan ion H+ atau proton, perhatikan reaksi berikut.

HCl memberikan H+ atau proton ke NH3 sehingga terjadi ion NH4+ dan ion Cl–. Reaksi sebaliknya NH4+ dapat memberikan H+ (proton) pada ion Cl– sehingga terjadi lagi HCl dan NH3. Dari penjelasan ini disimpulkan bahwa asam adalah senyawa yang dapat memberikan proton (H+) kepada basa (donor proton), sedangkan basa adalah senyawa yang dapat menerima proton (H+) dari asam (akseptor proton). Reaksinya dapat ditulis:
HCl(l) + NH3(aq) ⇄ NH4 +(aq) + Cl–(aq)
Senyawa yang mengandung hidrogen dengan bilangan oksidasi +1 dapat menjadi asam. Yang termasuk asam Brønsted adalah HCl, H2S, H2CO3, H2PtF6,NH4+, HSO4-, and HMnO4
2. Pasangan Asam-Basa Konjugasi
Bronsted-Lowry juga menyatakan bahwa jika suatu asam memberikan proton (H+), maka sisa asam tersebut mempunyai kemampuan untuk bertindak sebagai basa. Sisa asam tersebut dinyatakan sebagai basa konjugasi. Demikian pula untuk basa, jika suatu basa dapat menerima proton (H+), maka zat yang terbentuk mempunyai kemampuan sebagai asam disebut asam konjugasi.

Minggu, 03 Maret 2013

Biologi: Sistem Ekskresi pada Manusia

Di dalam tubuh manusia terjadi metabolisme. Metabolisme merupakan proses molekul suatu zat dalam sel dari bentuk sederhana ke bentuk kompleks atau sebaliknya. Metabolisme tidak menghasilkan bahan-bahan yang bermanfaat bagi tubuh. Jika bahan-bahan tersebut terus berada di dalam tubuh kita, akan terjadi ketidakseimbangan kimia di dalam tubuh kita. Ketidakseimbangan tersebut akan mengganggu proses-proses metabolisme yang lain.
Proses pengeluaran bahan-bahan sisa metabolisme ini disebut ekskresi. Ekskresi membantu menjaga homeostasis dengan mempertahankan lingkungan dalam tubuh agar tetap stabil dan bebas dari materi-materi yang membahayakan. Bahan-bahan hasil metabolisme yang harus dikeluarkan dari dalam tubuh di antaranya adalah karbon dioksida, kelebihan air, dan urea. Karbon dioksida dihasilkan di antaranya dari proses respirasi seluler, sedangkan urea adalah zat kimia yang berasal dari hasil pemecahan protein. Alat-alat ekskresi yang ada pada manusia adalah kulit, paru-paru, hati, dan ginjal.